Lemhannas Goes to Campus di UNAND

Ace Hasan: Tumpuan Masa Depan Bangsa Ada pada Anak Muda

Info Lemhannas86 Dilihat

Padang, TelstraNews.com – “Tumpuan masa depan bangsa ini ada pada anak muda.” Pernyataan itu ditegaskan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., saat menjadi keynote speaker dalam program Lemhannas Goes to Campus di Universitas Andalas (UNAND), Kamis (3/9/2026).

Berlangsung di Convention Hall UNAND, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan kebangsaan sekaligus memahami tantangan ketahanan nasional di tengah perubahan geopolitik dan disrupsi teknologi yang berlangsung cepat.

Ace Hasan mengatakan posisi Indonesia yang berada di persilangan ekonomi dunia serta memiliki kekayaan sumber daya alam membuat Indonesia memiliki nilai strategis di mata berbagai kekuatan global.

Situasi tersebut, menurutnya, menuntut generasi muda tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memahami geopolitik agar mampu menempatkan kepentingan Indonesia secara tepat dalam percaturan dunia.

“Pemuda memiliki peran besar dalam menentukan ke mana arah negara ini,” ujarnya.

Teknologi Jangan Sampai Mengendalikan Manusia

Ace Hasan juga mengingatkan mahasiswa mengenai perubahan teknologi yang menghadirkan peluang sekaligus ancaman.

Kemajuan teknologi, termasuk perkembangan sistem digital dan kecerdasan buatan, harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pembangunan. Namun, manusia tidak boleh kehilangan kendali atas teknologi yang diciptakannya sendiri.

“Kita harus menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan tujuan. Jangan sampai secara tidak sadar kita justru menjadi produk dari sistem yang kita ciptakan,” jelasnya.

Menurut Ace Hasan, kemampuan generasi muda membaca perubahan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional. Penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter, kesadaran kebangsaan dan kemampuan memahami kepentingan nasional.

Ketahanan Nasional Bukan Sekadar Kekuatan Militer

Dalam kuliah umum tersebut, Ace Hasan menjelaskan ketahanan nasional sebagai konsep yang memiliki cakupan luas.

Ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi dibangun melalui delapan aspek yang saling berhubungan, yakni ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, sumber kekayaan alam, demografi serta geografi.

Dari seluruh aspek tersebut, kualitas manusia menjadi salah satu faktor penting. Aspek sosial budaya, misalnya, memiliki peran dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan kemampuan bangsa menghadapi perubahan.

Karena itu, kesadaran kebangsaan harus terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda.

Ace Hasan menilai nasionalisme tetap relevan meskipun dunia semakin tanpa batas (borderless). Identitas kebangsaan justru diperlukan agar generasi muda mampu terbuka terhadap perkembangan dunia tanpa kehilangan pijakan.

Ia mencontohkan falsafah masyarakat Sumatera Barat, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, sebagai salah satu nilai lokal yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun karakter masyarakat.

Nilai-nilai Pancasila juga, menurutnya, perlu terus diinternalisasikan melalui pendidikan. “Nilai-nilai Pancasila harus terus diinternalisasi dan menjadi bagian penting dalam pendidikan, termasuk melalui pembelajaran di perguruan tinggi,” katanya.

Rektor UNAND: Riset Kampus Bagian dari Ketahanan Nasional

Dari lingkungan akademik, Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., menunjukkan bahwa kontribusi perguruan tinggi terhadap ketahanan nasional tidak berhenti pada pendidikan.

UNAND turut mengambil bagian melalui riset dan inovasi yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa, termasuk di bidang ketahanan pangan dan kesehatan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Tinta Merah Putih. UNAND juga terus mengembangkan potensi gambir yang memiliki berbagai peluang pemanfaatan dan produk turunan.

“Gambir memiliki banyak produk turunan yang masih bisa dikembangkan, baik untuk obat-obatan maupun makanan. Ini terus kita teliti, sehingga ke depan diharapkan akan semakin banyak produk yang dapat dihasilkan dari gambir,” jelas Efa.

Kontribusi tersebut juga terlihat pada sektor kesehatan. Sekitar 30 produk hasil riset UNAND telah tersedia dalam e-Katalog, termasuk reagent test untuk Tuberkulosis (TBC) dan reagent test Human Papillomavirus (HPV).

Riset-riset tersebut menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil bagian dalam memperkuat kemandirian sekaligus ketahanan nasional melalui inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Pohon Andalas, Simbol Keberlanjutan Kampus

Pesan mengenai masa depan bangsa kemudian diterjemahkan dalam bentuk kegiatan yang lebih sederhana namun simbolis. Program Lemhannas Goes to Campus di UNAND dirangkaikan dengan penanaman pohon Andalas dan Tabebuya dalam rangka Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas.

Penanaman pohon menjadi simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menanamkan nilai keberlanjutan dalam kehidupan kampus. Ada pesan yang berkelindan dari kegiatan tersebut. Ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui gagasan tentang geopolitik, ekonomi, pertahanan atau teknologi, tetapi juga melalui kemampuan menjaga sumber daya yang menjadi penopang kehidupan.

Melalui Lemhannas Goes to Campus, UNAND menjadi ruang pertemuan antara gagasan kebangsaan, riset dan aksi nyata. Mahasiswa didorong tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi mengambil peran dalam menentukan arah bangsa dengan tetap berpijak pada Pancasila dan kepentingan nasional.