JAKARTA – Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. mendorong Nahdlatul Ulama (NU) mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Indonesia, terutama untuk menghadapi bonus demografi dan persaingan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pesan tersebut disampaikan Ace Hasan saat menghadiri dan memberikan materi dalam sarasehan nasional bertajuk “Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial” di Aula Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
NU Dinilai Punya Posisi Strategis
Ace Hasan mengatakan NU memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU dinilai memiliki basis masyarakat yang luas dan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut dia, peran tersebut semakin penting karena Indonesia tengah berada dalam fase bonus demografi. Penduduk usia produktif disebut mendominasi populasi Indonesia, dengan proporsi lebih dari 60 persen pada periode 2020 hingga 2035.
Bonus demografi, kata Ace Hasan, harus dikelola secara optimal agar menjadi kekuatan bagi pembangunan nasional.
NU dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam proses tersebut karena banyak masyarakat Indonesia mengidentifikasi diri sebagai bagian dari NU, termasuk generasi muda yang kini berada dalam kelompok usia produktif.
“Maka, saya kira apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo tentang Indonesia Emas 2045 yang seharusnya bisa memetik dari kejayaan itu, ya harusnya NU,” ucap Ace Hasan.
Kekuatan Nasional Tak Hanya Militer
Ace Hasan mengingatkan, upaya membangun kekuatan nasional berlangsung di tengah perubahan geopolitik global dan persaingan antarnegara.
Ia menyinggung berbagai dinamika hubungan antarnegara dan perebutan kepentingan strategis sebagai gambaran bahwa kekuatan nasional menjadi faktor penting dalam menentukan posisi suatu negara.
Mengutip pemikiran sejarawan Yunani Thucydides, “The strong do what they can, and the weak suffer what they must”, Ace Hasan menekankan bahwa kekuatan nasional menjadi salah satu kunci keberlangsungan negara.
Namun, kekuatan nasional menurut dia tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan militer. Kualitas sumber daya manusia juga menjadi komponen penting dalam membangun kekuatan suatu bangsa.
NU Didorong Kuasai Keilmuan AI
Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah perkembangan teknologi informasi, khususnya kecerdasan buatan.
Ace Hasan menilai Indonesia masih menghadapi tantangan untuk bersaing dalam bidang tersebut, terutama dalam penguasaan keilmuan yang menjadi fondasi pengembangan AI.
Karena itu, ia berharap generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mulai masuk dan mengembangkan keilmuan yang berkaitan dengan AI.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak agar Indonesia mampu menghadapi persaingan teknologi yang semakin ketat.
Pesantren Didorong Perkuat STEM
Dalam konteks peningkatan kualitas SDM, Ace Hasan mendorong NU melakukan transformasi terhadap lembaga pendidikan yang dimilikinya, termasuk pesantren.
Ia mengusulkan agar pendidikan di lingkungan NU semakin memberi perhatian terhadap bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Transformasi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan generasi muda NU menghadapi perubahan teknologi sekaligus memanfaatkan bonus demografi sebagai kekuatan pembangunan.
“Saya kira itulah yang penting untuk kita pikirkan bersama dalam konteks membangun kesejahteraan sosial,” pungkas Ace Hasan.






