KUPANG – Tantangan ketahanan nasional di daerah tidak cukup dijawab dengan penguatan kelembagaan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Pesan itu mengemuka saat Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPP IKAL-Lemhannas) Prof. Purnomo Yusgiantoro melantik kepengurusan DPD IKAL-Lemhannas Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti 2026–2031.
Pelantikan berlangsung di Aula Fernandes, Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Sabtu (20/6/2026). Dr. RD. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si.(Han) dipercaya memimpin DPD IKAL-Lemhannas NTT untuk lima tahun ke depan.
Dalam agenda tersebut, Purnomo menekankan pentingnya peran IKAL-Lemhannas dalam memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus ikut membaca berbagai tantangan strategis yang dapat memengaruhi ketahanan nasional.
Mantan Menteri Pertahanan itu mengatakan geopolitik Indonesia tidak dapat dipisahkan dari wawasan kebangsaan. Dari perspektif geopolitik tersebut, Indonesia perlu membangun proyeksi strategis untuk memastikan ketahanan nasional tetap kuat.
“Kalau kita bicara geopolitik Indonesia, kita bicara wawasan kebangsaan. Tetapi kalau kita bicara proyeksi strategis Indonesia yang dijabarkan dari geopolitik itu, tidak lain tidak bukan adalah ketahanan nasional kita,” ujar Purnomo.
Ketahanan nasional tak hanya soal pertahanan
Purnomo mengingatkan, ketahanan nasional tidak dapat dipahami hanya dari perspektif pertahanan dan keamanan. Persoalan tersebut harus dilihat secara menyeluruh melalui pendekatan Asta Gatra.
Pendekatan itu mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, hukum, hingga teknologi.
Karena itu, ia meminta pengurus baru DPD IKAL-Lemhannas NTT aktif menyebarluaskan wawasan kebangsaan kepada masyarakat. IKAL diharapkan tidak berhenti sebagai organisasi alumni, tetapi mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional di daerah.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi NTT yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah perbatasan Indonesia. Penguatan wawasan kebangsaan di tingkat masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan dan ketahanan negara.
IKAL siapkan kerja sama dengan Kemendagri
Dalam kesempatan itu, Purnomo juga mengungkapkan rencana DPP IKAL-Lemhannas membangun payung kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja sama dengan Kemendagri tersebut diharapkan membuka ruang sinergi yang lebih kuat antara IKAL-Lemhannas dengan pemerintah daerah.
“Dengan adanya payung kerja sama ini nanti, DPP IKAL dan DPD IKAL, khususnya DPD IKAL NTT, bisa semakin erat bekerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Purnomo.
Ia sekaligus meminta Gubernur NTT Melki Laka Lena memberikan bimbingan dan arahan kepada jajaran pengurus DPD IKAL-Lemhannas NTT dalam menjalankan program organisasi selama masa bakti 2026–2031.
Rofinus resmi nahkodai IKAL Lemhannas NTT
Pelantikan Rofinus Neto Wuli menandai dimulainya periode baru organisasi alumni Lemhannas di NTT. Prosesi ditutup dengan penyerahan dan pengibaran Pataka IKAL-Lemhannas sebagai simbol dimulainya masa pengabdian kepengurusan baru.
Gubernur NTT Melki Laka Lena hadir dalam prosesi tersebut bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT. Turut hadir Kepala Sekretariat Eksekutif DPP IKAL-Lemhannas Dr. Ir. Redy Pryambada S, B.Arch., MBA., MRE., CLMA., ATBG., jajaran pengurus DPP IKAL-Lemhannas, pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, serta para kepala SMA se-Kota Kupang.
Dengan kepengurusan baru tersebut, DPD IKAL-Lemhannas NTT diharapkan tidak sekadar menjalankan agenda internal organisasi, tetapi mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional di wilayah Nusa Tenggara Timur.






