Ketua Umum IKAL: AI Membutuhkan Energi dan Air Dalam Jumlah Besar

Info DPP7 Dilihat

Jakarta, TelstraNews.com – Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemhannas), Prof. Purnomo Yusgiantoro Ir., MSc., MA., PhD., IPU mengatakan,  artificial intelligence (AI) bergantung pada pusat data yang membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar.

Pernyataan Ketua Umum IKAL itu disampaikan pada  workshop AI dan Keamanan Siber di Jakarta, Kamis (15/10). Purnomo menjelaskan ketergantungan itu terkait dengan keamanan energi dan air dalam konteks ancaman global non militer saat ini.

” Terkait disrupsi teknologi, transfofmasi digital dan penerapan AI berlangsung secara masif. Dalam hal persaingan geopolitik perubahan kekuatan dunia dan pergeseran rantai pasok global merupakan bagian dari ancaman non militer,”  kata Prof. Purnomo yang juga Staf Khusus Presiden bidang Energi.

Peta Indeks ancaman global menunjukkan peningkatan resiko serangan siber di berbagai kawasan termasuk Indonesia. Industri manufaktur merupakan target terbesar, disusul asuransi dan layanan konsumen.

Workshop AI dan Keamanan Siber diselenggarakan Prof. Dr. Tedy Mantoro, Rektor Universitas Nusa Putera dengan pembicara teknis Prita Firdani, dan Sukyeoung Heo dari Korea.

Pembicara lainnya adalah Prof. Dr. Jungmin Kang, dan Prof. Dr. Teddy Mantoro.  Worksho itu membahas topik AI-Driven Cyber Resilience Strategy, Real-Time Cyber Threat Intelligence (CTI) Framework, Adversary Behavior Analysis, dan ATT&CK-DEFEND Mapping for Cyber Resilience.

Acara itu dihadiri Pengurus DPP IKAL, antara lain Wakil Ketua Umum IV, Prof. Dr. Ir. Giyatmi MSi., dan Dr. Lily Wasitova Dipl, Ing. (Djok)